Pelajari cara melakukan uji hipotesis untuk skripsi dan tesis—mulai konsep dasar, jenis uji (parametrik vs non-parametrik), langkah uji, contoh perhitungan sederhana, hingga penerapan di SPSS, AMOS, dan SmartPLS. Disertai template pelaporan dan FAQ.
Daftar Isi
- 1 Apa itu Uji Hipotesis?
- 2 Jenis Uji Hipotesis: Parametrik vs Non-Parametrik
- 3 Decision Tree: Memilih Uji yang Tepat
- 4 Langkah Uji Hipotesis (Umum)
- 5 Contoh Singkat
- 6 Penerapan di Software Statistik
- 7 Contoh & Padanan Uji (Praktis)
- 8 Cara Membaca Hasil (Template Pelaporan)
- 9 Checklist Kualitas Pelaporan (Quick QA)
- 10 Kesalahan Umum (dan Solusinya)
- 11 Software Populer & Kapan Dipakai
- 12 FAQ
- 13 Butuh Bantuan Analisis & Uji Hipotesis?
Apa itu Uji Hipotesis?
Uji hipotesis adalah prosedur statistik untuk menilai kebenaran dugaan tentang populasi berdasarkan data sampel.
- H0 (Hipotesis nol): tidak ada pengaruh/perbedaan.
- H1 (Hipotesis alternatif): ada pengaruh/perbedaan.
Keputusan umumnya menggunakan p-value dan α (alpha), lazimnya 0,05.
Jenis Uji Hipotesis: Parametrik vs Non-Parametrik
| Aspek | Parametrik | Non-Parametrik |
|---|---|---|
| Syarat utama | Data normal, varians homogen | Distribusi bebas, cocok untuk ordinal/nominal |
| Skala data | Interval/rasio | Ordinal/nominal (atau data tidak normal) |
| Contoh uji | t-test (independen/berpasangan), ANOVA, Korelasi Pearson, Regresi | Mann-Whitney U, Wilcoxon, Kruskal-Wallis, Chi-Square, Spearman |
| Kelebihan | Daya uji tinggi bila asumsi terpenuhi | Lebih fleksibel ketika asumsi gagal |
| Kekurangan | Sensitif terhadap pelanggaran asumsi | Daya uji cenderung lebih rendah |
Tip cepat: Jika data tidak normal atau banyak outlier, pertimbangkan uji non-parametrik.
Baca Juga: Strategi Publikasi Ilmiah Cepat
Decision Tree: Memilih Uji yang Tepat
- Tujuan
- Membandingkan rata-rata dua kelompok? → t-test / Mann-Whitney
- >2 kelompok? → ANOVA / Kruskal-Wallis
- Hubungan/arah pengaruh? → Korelasi/Regresi / SEM
- Jenis data
- Numerik interval/rasio → cek normalitas & homogenitas.
- Ordinal/nominal → non-parametrik (Mann-Whitney, Chi-Square, dsb).
- Desain
- Berpasangan (sebelum-sesudah pada orang yang sama) → Paired t-test / Wilcoxon.
- Independen (dua kelompok berbeda) → Independen t-test / Mann-Whitney.
- Asumsi (untuk parametrik)
- Normalitas (Shapiro-Wilk/K-S)
- Homogenitas varians (Levene’s)
- Linearitas & tidak multikolinearitas (untuk regresi/SEM)
Langkah Uji Hipotesis (Umum)
- Rumuskan H0 dan H1.
- Tentukan α (mis. 0,05).
- Pilih jenis uji sesuai tujuan, data, dan desain.
- Hitung statistik uji di software (SPSS/AMOS/SmartPLS/R).
- Bandingkan p-value dengan α.
- Tarik kesimpulan (tolak/terima H0) & laporkan efek (effect size/CI).
Ingat: Laporkan effect size (mis. Cohen’s d, η², r) agar hasil lebih informatif, bukan hanya p-value.
Contoh Singkat
Riset: Apakah pelatihan kerja berpengaruh pada produktivitas karyawan?
- H0: Tidak ada pengaruh pelatihan terhadap produktivitas.
- H1: Ada pengaruh.
Uji: Regresi linear sederhana (SPSS).
Hasil: p-value = 0,003 < 0,05 → Tolak H0. Pelatihan berpengaruh signifikan pada produktivitas.
Baca Juga: Perbedaan Jurnal Predator dan Jurnal Kredibel
Penerapan di Software Statistik
1) SPSS (contoh cepat)
- t-test independen:Analyze → Compare Means → Independent-Samples T Test
- Masukkan variabel dependen (numerik), grouping variable (dua kategori), Define Groups.
- ANOVA satu arah:Analyze → Compare Means → One-Way ANOVA
- Centang Homogeneity of variance test; lanjut Post Hoc (Tukey/Bonferroni) bila signifikan.
- Regresi linear:Analyze → Regression → Linear
- Cek Collinearity diagnostics, Plots (normal P-P), Durbin-Watson (autokorelasi).
2) AMOS (SEM-CB)
- Langkah: gambar model (measurement + structural) → set indikator → tentukan hubungan laten → Calculate Estimates.
- Laporan: fit indices (CFI/TLI > 0,90; RMSEA < 0,08), loading > 0,5/0,7, reliabilitas (CR/AVE), jalur & p-value.
3) SmartPLS (SEM-PLS)
- Langkah: buat model → PLS Algorithm → Bootstrapping (mis. 5.000 resample).
- Laporan: Outer loading (>0,7), reliabilitas (CR 0,7–0,95), validitas (AVE ≥ 0,5; HTMT < 0,85–0,90), R², Q², effect size f², signifikansi jalur (p < 0,05).
4) R (opsional ringkas)
- t-test:
t.test(y ~ group, data=df, var.equal=TRUE) - ANOVA:
aov(y ~ group, data=df)+ TukeyHSD - Regresi:
lm(y ~ x1 + x2, data=df)+ summary
Contoh & Padanan Uji (Praktis)
Dua kelompok independen
- Normal & homogen → t-test independen
- Tidak normal/ordinal → Mann-Whitney U
Dua pengukuran berpasangan
- Normal → Paired t-test
- Tidak normal → Wilcoxon Signed-Rank
>2 kelompok
- Normal & homogen → ANOVA (+ post-hoc)
- Tidak normal/ordinal → Kruskal-Wallis
Hubungan antar variabel
- Normal, numerik → Pearson
- Tidak normal/ordinal → Spearman
Kategorikal
- Hubungan dua variabel kategorikal → Chi-Square (atau Fisher’s Exact bila sel kecil)
Cara Membaca Hasil (Template Pelaporan)
Contoh t-test independen
Rata-rata produktivitas karyawan yang mendapat pelatihan (M = 82,3, SD = 7,1) lebih tinggi dibanding yang tidak (M = 76,5, SD = 8,0). Perbedaan signifikan, t(118) = 3,01, p = 0,003, d = 0,55 (sedang).
Contoh ANOVA
Terdapat perbedaan kepuasan kerja antar tiga departemen, F(2, 147) = 5,62, p = 0,004, η² = 0,07. Uji lanjut Tukey menunjukkan Departemen A > C (p = 0,003).
Contoh Regresi
Pelatihan memprediksi produktivitas secara signifikan, β = 0,42, t = 3,24, p = 0,001; R² = 0,18.
Contoh SmartPLS (ringkas)
Model menunjukkan outer loading 0,72–0,88; CR 0,89–0,94; AVE 0,56–0,71; HTMT < 0,85. Jalur Pelatihan → Produktivitas signifikan (β = 0,41; p < 0,01). R² Produktivitas = 0,32.
Checklist Kualitas Pelaporan (Quick QA)
- Menyatakan H0/H1 dengan jelas.
- Menyebut α, ukuran sampel (n), dan metode sampling.
- Melaporkan hasil uji asumsi (normalitas/homogenitas).
- Menyertakan statistik uji, df, p-value, effect size, CI.
- Visual pendukung (boxplot/CI plot) bila perlu.
- Interpretasi substantif, bukan hanya “signifikan/tidak”.
Kesalahan Umum (dan Solusinya)
- Hanya pakai p-value → Tambahkan effect size & CI.
- Mengabaikan asumsi → Uji normalitas/homogenitas; gunakan alternatif non-parametrik bila gagal.
- Salah pilih uji → Rujuk decision tree di atas.
- Overclaim (menyimpulkan kausal dari data observasional) → Jelaskan batasan desain penelitian.
Software Populer & Kapan Dipakai
R/RStudio: fleksibel, reprodusibel, open-source (cocok untuk peneliti yang butuh skrip).
SPSS: uji dasar (t-test, ANOVA, korelasi, regresi)—mudah & cepat.
SmartPLS: SEM-PLS (eksploratif, model kompleks, sampel relatif kecil).
AMOS: SEM-CB (konfirmatori, when assumptions fit).
FAQ
Ambang probabilitas kesalahan tipe I (menolak H0 padahal H0 benar). Lazimnya 0,05.
Kemungkinan data (atau yang lebih ekstrem) muncul jika H0 benar kurang dari 5% → tolak H0.
Coba transformasi (log/sqrt) atau gunakan uji non-parametrik (Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, Wilcoxon).
Ya, untuk menunjukkan seberapa besar efek/perbedaan (praktical significance).
PLS: prediktif, model kompleks, sampel kecil, data non-normal.
CB/AMOS: konfirmatori, teori kuat, evaluasi global fit.
Butuh Bantuan Analisis & Uji Hipotesis?
Britter siap dampingi risetmu: konsultasi metodologi, pemilihan uji, olah data (SPSS/AMOS/SmartPLS), hingga review hasil & penulisan Bab Metode/Hasil.
Hubungi Britter untuk sesi konsultasi privat atau paket asistensi skripsi/tesis.




